WASPADAILAH SAKIT KEPALA

WASPADAILAH SAKIT KEPALA

 

Berapapun usia anda saat ini, penderitaan sakit kepala atau pusing yang berkepanjangan dan terus menerus dapat dipastikan sangat menggangu proses kegiatan anda sehari – hari. Bahkan tak jarang dapat menggangu kadar emosional sehingga bisa menimbulkan efek negatif terhadap diri sendiri maupun orang lain disekitar kita.

Terlebih lagi jika sakit kepala itu muncul disaat kita harus mengerjakan pekerjaan ataupun proses belajar bagi yang masih bersekolah, kepala pusing membuat kita sulit Fokus, Konsentrasi bahkan Daya Ingat berkurang dan akibatnya pekerjaan atau pelajaran tidak dapat dikerjakan atau diselesaikan dengan baik.

1.  Sakit Kepala Tegang :

Pengertian Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang adalah jenis sakit kepala yang paling umum terjadi dan sering dianggap sebagai sakit kepala biasa. Penderita biasanya merasakan nyeri secara terus-menerus pada kedua sisi kepala dan mungkin disertai gejala seperti:

  • Terasa tekanan di belakang mata.
  • Otot leher yang tegang.

Sakit kepala tegang dapat berlangsung selama 30 menit hingga beberapa hari. Kemunculannya juga berkala atau setiap hari. Jika mengalaminya setiap hari selama lebih dari 15 hari dalam sebulan, sakit kepala tegang Anda termasuk jenis kronis. Meski demikian, penyakit ini umumnya tidak menghambat penderitanya untuk beraktivitas seperti biasa.

Diagnosis dan Gejala Sakit Kepala yang Patut Diwaspadai

Jika Anda mengalami sakit kepala tegang yang parah atau lebih dari beberapa kali dalam seminggu, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Untuk membantu proses diagnosis jenis sakit kepala yang Anda alami, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan seputar:

  • Sakit kepala yang dialami.
  • Riwayat kesehatan keluarga.
  • Gaya hidup, misalnya pola makan.

Terdapat beberapa gejala dari sakit kepala yang bisa dianggap lebih serius dan membutuhkan konsultasi dengan dokter, guna menghindari komplikasi yang lebih serius. Ciri-cirinya antara lain:

  • Muncul setelah kecelakaan, terutama jika terjadi benturan di kepala.
  • Datang secara tiba-tiba dengan tingkat keparahan yang tinggi.
  • Disertai mual dan muntah-muntah, leher kaku, demam, dan linglung.
  • Disertai rasa lemas, bicara tidak jelas, dan mati rasa.

Penyebab dan Faktor Pemicu Sakit Kepala Tegang

Perlu diketahui bahwa penyebab sakit kepala tegang masih belum jelas. Namun kontraksi otot pada kepala dan di sekitar leher diperkirakan sebagai salah satu penyebabnya.

Terdapat beberapa hal yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami sakit kepala tegang. Faktor-faktor pemicu tersebut meliputi:

  • Stres. Ini merupakan pemicu umum di balik sakit kepala tegang.
  • Jenis kelamin. Wanita lebih sering mengalami sakit kepala tegang.
  • Usia. Orang yang berusia 40 tahun ke atas memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami sakit kepala tegang.
  • Dehidrasi.
  • Kelaparan.
  • Kurang istirahat atau kelelahan.
  • Sinar matahari yang terik.
  • Suara berisik.
  • Aroma tertentu.
  • Postur tubuh yang buruk.
  • Kurang aktif atau tidak banyak berolahraga.
  • Kelebihan obat, umumnya dialami oleh orang yang meminum obat pereda rasa sakit (analgesik) dalam waktu yang lama (10 hari atau lebih). Konsultasikanlah dengan dokter jika Anda mengalaminya.

Pengobatan dan Pencegahan Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang tidak termasuk penyakit yang berat dan bisa disembuhkan dengan serangkaian penanganan yang sederhana. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Mengonsumsi analgesik,seperti parasetamol, ibuprofen, dan aspirin. Tata cara pemakaian dan pemilihan jenis analgesik yang sesuai sangatlah penting. Contohnya, wanita hamil sebaiknya menjauhi ibuprofen ketika mencapai trimester ketiga (tiga bulan terakhir), karena ibuprofen bisa membahayakan janin. Bahkan anak-anak di bawah 16 tahun jugatidak dianjurkan mengonsumsi aspirin. Obat yang mengandung kodein juga sebaiknya dihindari kecuali telah diberikan sebagai resep dari dokter. Namun, harap berhati-hati karena konsumsi analgesik untuk jangka panjang juga bisa memicu sakit kepala tegang.
  • Memperbaiki gaya hidup yang lebih sehat, misalnya rutin berolahraga, menjaga berat badan yang ideal, cukup beristrahat, banyak minum, serta menghindari merokok dan minuman beralkohol.
  • Hindari faktor-faktor pemicu sakit kepala, terutama stres.
  • Melakukan sejumlah teknik relaksasi, seperti yoga, meditasi, serta pijat. Langkah ini biasa dianjurkan bagi mereka yang menderita sakit kepala tegang akibat stres.
  • Mengompres dahi dan leher. Cara ini bisa dilakukan dengan handuk yang dibasahi air hangat atau dingin.

Selain mengobati, langkah-langkah tersebut juga bisa dilakukan guna mencegah sakit kepala tegang. Jika dibutuhkan (misalnya untuk menangani sakit kepala yang lebih parah), dokter mungkin akan menyarankan obat antidepresan, seperti amitriptilin.Obat ini berguna untuk mencegah sakit kepala tegang yang berkelanjutan (kronis). Perlu diingat, efek obat ini tidak bekerja seketika dan harus diminum tiap hari selama beberapa bulan hingga keefektifannya terasa.

2. Sakit Kepala Terus Menerus

Selain hal diatas Sakit kepala yang dirasakan bisa sangat mengganggu. Apalagi jika yang terjadi adalah sakit kepala terus-menerus.

Sakit kepala terus-menerus atau kronis ditandai dengan sakit kepala yang berlangsung minimal 15 hari dalam satu bulan, yang terjadi selama tiga bulan berturut-turut.

Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala kronis dikelompokkan menjadi dua, yaitu sakit kepala kronis primer, yaitu sakit kepala murni tanpa adanya penyakit dasar lain yang memicu sakit kepala, dan sakit kepala kronis non-primer, yaitu sakit kepala kronis yang disebabkan atau dipicu dari penyakit lain.

Mengenali Gejala yang Timbul

Banyak kasus sakit kepala kronis primer yang tidak diketahui penyebabnya. Namun, sakit kepala kronis non-primer, memiliki beberapa kemungkinan penyebab, antara lain infeksi, peradangan atau gangguan pembuluh darah otak, tumor otak, cedera dan gangguan tekanan pada otak.

Beberapa jenis sakit kepala terus-menerus yang umum dikeluhkan, antara lain :

1.  Sakit kepala tegang kronis

Sakit kepala jenis ini ditandai dengan gejala rasa sakit yang menekan pada dua sisi kepala. Intensitasnya mulai dari ringan hingga menengah. Sakit kepala tegang yang terjadi secara kronis dapat terjadi tanpa pemicu aktivitas fisik. Sebagian orang mengalami peningkatan sensitivitas di kepalanya ketika disentuh.

2. Migren kronis

Migrain jenis ini umumnya terjadi pada seseorang yang pernah mengalami migrain sebelumnya. Dapat dikenali dengan gejala berupa sakit kepala pada satu atau dua sisi kepala, sensasi berdenyut, dan kemungkinan menyebabkan rasa sakit menengah sampai sakit luar biasa. Migrain kronis dapat dipicu oleh aktivitas fisik rutin. Kondisi ini juga mungkin diiringi dengan mual, muntah, dan sensitif terhadap suara serta cahaya.

3.  Sakit kepala yang baru timbul dan terjadi terus-menerus

Sakit kepala jenis ini biasa muncul mendadak. Dengan gejala sakit kepala yang menekan atau kepala terasa mengencang. Rasa sakitnya mulai dari ringan hingga menengah, tanpa dipengaruhi oleh aktivitas tertentu. Umumnya terjadi selama tiga hari berturut-turut pada serangan pertama.

4.  Hemicrania continua

Ditandai dengan sakit kepala di salah satu sisi kepala, tiap hari secara terus-menerus dengan intensitas yang naik turun. Bisa diiringi dengan gejala mata berair atau merah pada sisi yang terasa sakit, hidung tersumbat atau berair, menurunnya kelopak mata atau pembesaran pupil mata dan merasa lelah. Sakit kepala ini biasanya akan menjadi lebih parah, dengan munculnya gejala-gejala mirip migrain.

5.  Sakit kepala berulang (rebound headaches)

Sakit kepala ini merupakan akibat dari penggunaan obat pereda nyeri berlebihan. Penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka waktu lama ataupun obat ergotamine untuk mengobati migrain yang dihentikan tiba-tiba, kemungkinan akan memicu sakit kepala rebound.

6.  Sakit kepala akibat peningkatan tekanan intrakranial (di dalam rongga kepala)

Dapat dipicu oleh tumor otak, kista atau volume cairan otak yang meningkat sehingga tekanan di kepala meningkat. Gejalanya berupa sakit kepala yang muncul secara tiba-tiba, parah serta diiringi gejala gangguan saraf lain seperti muntah, kejang-kejang dan gangguan penglihatan. Namun sering kali diawali dengan sakit kepala konstan selama beberapa waktu pada saat tekanan di dalam rongga kepala meningkat secara bertahap sebelum akhirnya menimbulkan gejala-gejala di atas.

7.  Sindrom pascatrauma.

Sakit kepala terus-menerus kemungkinan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama setelah trauma kepala.

8.  Sakit kepala akibat usia lanjut

Umumnya dialami pasien di atas usia 60 tahun, yang dipicu oleh tekanan bola mata yang meningkat atau disebut glaukoma, baru sembuh dari infeksi herpes, penyakit pembuluh darah seperti arteritis sel raksasa atau alasan psikologis.

 Apa yang Harus Dilakukan?

Sebagaimana mengatasi sakit kepala sebelah kiri, sakit kepala sebelah kanan dan sakit kepala bagian belakang, untuk mengatasi sakit kepala terus-menerus, perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Hal itu diperlukan untuk menentukan pemicu sakit kepala, apakah karena gangguan saraf atau infeksi. Anda juga akan dimintai penjelasan mengenai riwayat sakit kepala yang dirasakan. Jika penyebabnya belum jelas, dokter dapat melakukan CT-scan atau MRI.

Kemungkinan dokter Anda perlu bekerjasama dengan spesialis, seperti neurolog atau psikiater, untuk menemukan penyebabnya dan menegakkan diagnosis. Pada sebagian kasus, terdapat kemungkinan sakit kepala konstan membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Yang juga perlu diperhatikan adalah para penderita sakit kepala terus-menerus juga berisiko mengalami gangguan lain. Misalnya kecemasan, gangguan  tidur, depresi, serta gangguan fisik dan psikologis lainnya.

Jangan remehkan sakit kepala terus-menerus yang Anda alami. Segera konsultasikan dengan dokter jika sakit kepala yang Anda alami tidak segera mereda.

Semoga bermanfaat…..

Apa pendapatmu?

comments

Galeri Bugar