Tanda Pria Kekurangan Hormon Testosteron

Tanda Pria Kekurangan Hormon Testosteron

Beberapa tanda Pria Kekurangan Hormon Testosteron

Hormon Testosteron adalah hormon seks steroid yang utama pada pria. Hormon ini diproduksi oleh gonad (sel Leydig pada testis pria dan ovarium pada wanita), sejumlah kecil juga diproduksi oleh kelenjar adrenal. Testosteron adalah hormon androgen, yang berarti bahwa hormon ini dapat merangsang berkembangnya karakteristik laki-laki.

Kekurangan Hormon Testosteron

Apabila kekurangan hormon testosteron terjadi selama perkembangan janin, maka maskulinisasi janin akan gagal terjadi secara normal dan ini dapat menimbulkan gangguan perkembangan seks. Jika kekurangan hormon testosteron terjadi selama pubertas, pertumbuhan anak laki-laki dapat memperlambat dan tidak ada lonjakan pertumbuhan yang akan terlihat. Anak juga mungkin gagal mengembangkan karakteristik seksual penuh (hipogonadisme) laki-laki pada saat mengalami pubertas. Mereka juga mungkin memiliki kekuatan dan daya tahan tubuh yang kurang dari kondisi normal.

Pada pria dewasa, kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan penurunan massa otot, kehilangan rambut tubuh, penampilan keriput pada kulit, gangguan mood, peningkatan lemak tubuh, ereksi yang tidak memadai dan kinerja seksual yang buruk, osteoporosis, kesulitan konsentrasi, kehilangan memori dan gangguan tidur. kadar testosteron pada pria menurun secara alami dengan bertambahnya usia mereka. Hal ini disebut juga sebagai manopause laki-laki (andropause).

Ada beberapa gejala atau tanda-tanda bagi pria yang berkekurangan hormon Testosteron, Bagi Anda pria yang merasakan gairah seks tak lagi sekuat dulu, tidak bisa fokus di tempat kerja atau merasa lelah sepanjang waktu, ini bisa menjadi tanda rendahnya hormon testosteron.

Pada umumnya  pria di atas usia 45 kadar hormon testosteron akan menurun. Apabila seorang pria mengalami kekurangan hormon testosteron maka akan dapat mempengaruhi kehidupan seks, bahkan lebih jauh beberapa orang dengan kondisi ini juga memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan obesitas. Testosteron rendah juga dapat meningkatkan risiko diabetes.

Kekurangan testosteron bisa membuat pria sulit tidur dan bangun dengan rasa lelah. (Thinkstock) Hormon testosteron sangat penting bagi pria. Hormon ini membentuk sisi maskulin pria, seperti suara yang lebih berat, pertumbuhan janggut, hingga otot. Disamping itu hormon ini juga berperan dalam prosuksi sperma, tingkat libido, kekuatan otot, hingga kepadatan tulang.

Meski demikian, tak tertutup kemungkinan seorang pria kekurangan hormon testosteron. Bisa terjadi akibat sering stres, kecelakaan, obesitas, hingga konsumsi obat-obatan tertentu.

Jika Anda curiga memiliki testosteron rendah, berikut adalah tanda-tanda yang tidak boleh diabaikan yang mengarah pada rendahnya kadar hormon Testosteron pada pria dewasa, antara lain :

1. Libido rendah

Meskipun beberapa orang melihat libido mereka menurun ketika usia mereka bertambah, tanda yang paling signifikan dari testosteron rendah adalah penurunan mendadak dalam dorongan seksual, keinginan bahkan kemampuan seksual pria akan menurun mereka kehilangan gairah sehingga menurunkan keinginan dalam kegiatan seks.

2. Berat Badan Naik

“Naiknya berat badan dapat mempengaruhi testosteron karena sel-sel lemak mengkonversi testosteron ke estrogen, sehingga menurunkan jumlah testosteron,”

Meskipun pria yang kelebihan berat badan atau obesitas dapat memiliki testosteron rendah, itu tidak jelas apakah mereka mendapatkan berat badan karena testosteron mereka rendah atau jika testosteron mereka rendah karena mereka kelebihan berat badan. Makan sehat, berolahraga dan menurunkan berat badan seringkali cukup bagi mereka untuk merasa lebih baik.

3. Disfungsi ereksi

Sebanyak 30 juta pria mengalami disfungsi ereksi yang disebabkan oleh rendahnya jumlah testosteron. Untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi yang kuat, perlu untuk memiliki aliran darah yang memadai, sirkulasi yang baik, fungsi katup serta sensasi normal dan dorongan seks. Testosteron bertanggungjawab terhadap semua fungsi ini.

Umumnya pria akan sering ereksi pada pagi hari setelah bangun tidur. Apabila kadar hormon testosteron rendah, ereksi pada pagi hari pun tak terjadi. Kekurangan hormon testosteron juga membuat pria rentan mengalami disfungsi ereksi

4. Kelelahan

Testosteron rendah memberi kejutan listrik pada energi Anda. Jadi bila Anda sering merasa lelah setelah bekerja, ini bisa diartikan jumlah hormon ini sedang turun.

5. Masalah tidur

Pria dengan testosteron rendah dapat mengalami insomnia, terkait dengan sleep apnea, gangguan tidur dan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan masalah dengan suasana hati dan memori.  Kekurangan testosteron bisa membuat pria sulit tidur dan bangun dengan rasa lelah. Apabila muncul gejala ini pada usia di atas 35 tahun,ada kemungkinan tingkat testosteron anda rendah.

Banyak pria yang memiliki sleep apnea juga mengalami kelebihan berat badan, yang dapat menyebabkan testosteron rendah,

6. Kurangnya konsentrasi

Testosteron bertanggung jawab menjaga Anda fokus. Jika hormon ini rendah, Anda dapat mengalami kabut otak, sulit berkonsentrasi dan bahkan memiliki masalah memori.

7. Depresi

Pria yang memiliki batas testosteron rendah juga memiliki gejala depresi, mudah marah, merasa frustrasi, rentan kelelahan, dan seperti orang yang kurang motivasi.

8. Payudara Membesar

Karena testosteron rendah, rasio estrogen dan testosteron dalam tubuh menjadi tidak seimbang, hingga pada beberapa orang menyebabkan tumbuhnya jaringan payudara, kondisi ini dikenal sebagai ginekomastia.

9. Timbul Sakit dan nyeri

Rendahnya testosteron dapat menurunkan massa otot dan kekuatan sehingga beberapa orang mungkin mengalami nyeri sendi, nyeri otot dan lebih rentan terhadap cedera.

 10. Masalah tulang

Meskipun osteoporosis biasanya dianggap mempengaruhi perempuan saja, itu bisa menjadi masalah bagi pria dengan testosteron rendah karena mengurangi kepadatan tulang.

11. Rambut rontok

Dalam beberapa kasus, pria yang kekurangan testosteron mengalami masalah pertumbuhan rambut di tubuh seperti kumis dan janggut, termasuk mengalami rambut rontok.

12. Perut buncit

Perut buncit bisa jadi tanda pria kekurangan hormon testosteron. Rendahnya kadar testosteron membuat massa otot berkurang, Akibatnya, massa otot malah tergantikan dengan penumpukkan lemak yang membuat perut buncit.

Apabila Anda curiga memiliki kadar hormon testosteron rendah, lakukanlah pemeriksaan ke dokter dan menjalani tes darah sesuai anjuran dokter anda.

Semoga bermanfaat….

Apa pendapatmu?

comments

Galeri Bugar