Stres???!!

Stres???!!

Mengenal Stres dan Cara Menanganinya
Apa itu stres? Kita sering mendengar istilah tersebut setiap harinya dan setiap orang bisa berbeda-beda dalam mendefinisikan serta menggunakan istilah ‘stres’ tersebut. Secara bahasa, stres berarti tekanan, dan pengertiannya dalam hubungannya dengan kondisi/kesehatan tidaklah jauh berbeda.

Apakah Stres itu? Bagaimana Terjadinya Stres?
Stres adalah suatu respon normal terhadap berbagai keadaan yang harus dihadapi dalam hidup, situasi yang mengharuskan kita bertindak, menyesuaikan, serta menjaga segala sesuatu tetap seimbang. Stres merupakan reaksi fisik dan psikologi yang normal terhadap banyak ‘tuntutan’ dan tekanan hidup yang selalu berubah dan tidak pernah berakhir.
Stress merupakan suatu kondisi yang muncul ketika individu berhubungan dengan lingkungannya, dimana individu merasakan ketidaksesuaian antara tuntutan-tuntutan situasional dengan sumber daya biologis, psikologis dan sosial yang dimilikinya sehingga menyebabkan reaksi terhadap tubuh dan dirasakan sebagai suatu situasi yang tidak menyenangkan.
Karena stres merupakan reaksi yang normal, maka setiap orang pasti akan mengalaminya, baik itu orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak.
Ketika otak menghadapi sebuah situasi (tekanan, keadaan, tuntutan, atau apapun istilah yang anda gunakan), maka otak akan memberikan tanda kepada tubuh agar melepaskan banyak hormon, untuk memberikan tenaga atau energi kepada tubuh untuk bertindak menghadapi situasi tersebut. Ketika situasi tersebut telah berlalu, maka tubuh akan kembali pada kondisi rileks.
Pelepasan hormon sebagai ‘tenaga ekstra’ merupakan reaksi yang normal dan sangat berguna, terlebih jika berhubungan dengan fisik. Keadaan tersebut bisa memotivasi, meningkatkan kinerja dan kemampuan fisik seseorang, bahkan dapat menyelamatkan nyawa saat menghadapi situasi yang berbahaya. Namun di masa sekarang yang begitu kompleks, tekanan yang datang juga banyak yang berupa psikologis seperti tekanan pekerjaan, masalah sosial, keluarga, keuangan, dan lain sebagainya.
Keadaan stres yang bertubi-tubi secara psikologis dapat membuat tubuh kelelahan secara psikis dan menyebabkan seseorang tidak dapat berpikir jernih, serta bisa berdampak pada banyak hal lainnya (interaksi sosial, kualitas hidup, kesehatan, dll).
Stres mempengaruhi fisik, emosi dan perilaku kita dan dapat memberikan pengaruh positif atau negatif.
Pengaruh positif: stres dapat memotivasi untuk berbuat lebih baik dan dapat mengantisipasi bila menghadapi stres berikutnya.
Pengaruh negatif: stres dapat menimbulkan perasaan marah, sedih, tertekan dan perasaan hancur yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, percobaan bunuh diri, dan lain-lain.

Gejala yang muncul akibat stres bisa dalam bentuk gangguan fisik ataupun psikologis. Penyakit fisik yang berhubungan dengan stres seperti gangguan yang berkaitan dengan sistem pencernaan (keluhan lambung dan diare), serangan jantung, sakit kepala menahun disebabkan oleh stimulasi yang berlebihan yang berlangsung secara teratur dalam jangka panjang terhadap bagian tertentu dari sistem saraf yang menggerakkan denyut jantung, tekanan darah dan sistem pencernaan. Kadang-kadang istilah gangguan penyesuaian dipakai untuk masalah yang berkaitan dengan stres, seperti tidak dapat beradaptasi pada situasi tertentu, ketidak mampuan berprestasi, kehilangan minat dan lain-lain.
Sedangkan secara psikologis gangguan Stres dapat mengganggu pikiran, mengurangi konsentrasi, dan melemahkan pengambilan keputusan dan menjadikan tidak percaya diri, minder, pemarah, dsb.

Stres yang berkepanjangan tidak baik bagi kita, sedangkan stres itu sendiri tidak dapat dihindarkan sehingga stress harus dikendalikan, oleh karenanya mengelola dan menangani stres (stress management) adalah hal yang sangat penting, agar tubuh kita dapat selalu memberikan respon yang terbaik pada banyak situasi, baik itu fisik maupun psikis. Stres yang berlebihan dan tidak ditangani dengan baik bisa mengarah pada berbagai dampak buruk pada kehidupan seseorang, termasuk juga buruk bagi kesehatan.

Menangani Stres
Seseorang tidak dapat berada dalam kondisi stres terlalu lama, karena tubuh juga memerlukan kondisi rileks. Kondisi rileks akan menyegarkan tubuh, fisik maupun psikis, sehingga tubuh lebih siap menghadapi berbagai situasi. Kondisi stres berkepanjangan, selain dapat memperburuk respon seseorang, juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan berkontribusi negatif terhadap kesehatan.
Poin utama dari menangani stres adalah mengangkat atau meringankan keadaan stres tersebut. Tujuannya adalah agar seseorang dapat menghadapi situasi dalam keadaan yang lebih tenang dan rileks, yang dapat meningkatkan kualitas respon seseorang.
Banyak metode yang dapat dilakukan untuk menangani stres, salah satunya adalah dengan melakukan teknik relaksasi, yang berguna untuk menghilangkan stres. Membuat tubuh menjadi rileks dan menghilangkan stres adalah langkah pertama yang umum dilakukan. Setelah itu, dilanjutkan dengan mengenali situasi-situasi apa saja yang menyebabkan stres dan membuat strategi untuk menghadapi situasi tersebut dengan tepat.
Bagaimana mengelola stres?
Stres perlu dikelola atau ditangani secara efektif sehingga dapat mengurangi dampak yang tak diinginkan. Agar stres tidak terlalu banyak mempengaruhi kondisi kita maka kita bisa menolong diri sendiri untuk melakukan hal berikut:

a. Latihan fisik (dalam bentuk apapun): seperti jalan, joging, berenang, naik sepeda, main games dapat membantu individu melawan stres. Jadi efek samping dari latihan fisik seperti relaksasi, dapat meningkatkan harga diri dan mengalihkan pikirannya sekejap sehingga dia dapat menghadapi stres dengan lebih baik.
b. Pengendalian perilaku: Mengacu kepada cara mengatur diri sendiri. Melakukan analisa terhadap penyebab dan dampak dari perilakunya sendiri, akan membantu individu untuk dapat mengendalikan diri. Jadi individu harus belajar mengendalikan situasi dan jangan membiarkan dirinya dikendalikan oleh situasi. Salah satu cara untuk menghindari stres adalah menghindari orang atau situasi yang dapat mempengaruhi seseorang yang sedang rawan terhadap stres.
c. Perbanyak teman dan dukungan sosial: penelitian menunjukkan bahwa remaja membutuhkan dan mendapatkan keuntungan dari dukungan orangtua dan dukungan dari lingkungan. Dukungan tersebut bisa dipakai sebagai suatu strategi untuk mengurangi dampak stres. Dengan demikian kita dapat menjalin hubungan dekat dengan teman dan orang dewasa lain yang berfungsi sebagai pendengar yang baik dan membangun rasa percaya kita.
d. Konseling: juga merupakan cara lain untuk menangani stres. Jadi melalui konseling, individu dapat mengenali kekuatan, kelemahan dan pola reaksi mereka sehingga individu dapat mengubah perilakunya.

Intinya adalah, buatlah diri ini menjadi relax, berpikiran jernih, merasa senang, santai, meluangkan diri untuk mencari hiburan sehat dan sejenisnya sehingga tekanan-tekanan yang berdampak timbulnya stres akan dapat diminimalisir.

Apa pendapatmu?

comments

Galeri Bugar