Seputar Mitos Jalan Kaki yang Lantas Bikin Malas

Seputar Mitos Jalan Kaki yang Lantas Bikin Malas

Anda sibuk? tidak memiliki waktu berolah raga?

Setiap hari semua orang–yang bisa–pasti akan berjalan kaki. Sayangnya, saat harus melakukan kegiatan ini untuk kesehatan tubuh, banyak orang yang lantas malas melakukannya. Biasanya hal ini karena beberapa mitos yang menyelubungi kegiatan ini, jalan kaki bikin capek, bikin badan berkeringat, bikin panas dan tidak ada manfaatnya. Padahal, jalan kaki adalah salah satu bentuk olahraga yang paling mudah dilakukan.
Berjalan kaki untuk mencapai tujuan Anda–baik itu menurunkan berat badan, menghilangkan stres, menurunkan tekanan darah, dan lainnya–ternyata tidak hanya semata masalah berjalannya saja. (Namun dalam pikiran anda jalan kaki memang baik apabila dilakukan saat ber-olah raga, bukan dalam kegiatan sehari-hari atau setiap saat) Disini pola pikir anda ditantang untuk turut menentukan keberhasilan program jalan kaki Anda.

Ada beberapa Mitos yang dipercaya sebagian orang apabila berjalan kaki, yaitu :

1. Mitos: Berjalan kaki yang bermanfaat haruslah berupa olah raga

Tidak ada keraguan lagi, berjalan kaki adalah latihan olah raga yang baik. Praktis, murah tidak beresiko. Kebiasaan ini meningkatkan detak jantung Anda, menurunkan stres, dan memiliki manfaat lainnya sepanjang anda serius dan rutin manjalaninya, Anda harus melakukannya secara serius atau tidak sama sekali.

“Untuk berolah raga jika Anda tidak bisa menyisihkan waktu selama 30 atau 60 menit, lebih baik tidak usah berjalan kaki sama sekali.”

Itu pola pikir bagi sebagian besar orang namun tidak demikian sebenarnya, jika Anda tidak memiliki waktu untuk berolahraga, anda bisa mengambil kesempatan untuk sedikit berjalan kaki sangatlah berguna kendatipun tidak selama itu, dalam satu hari apabila anda dalam melakukan kegiatan bisa dilakukan dengan berjalan kaki maka lakukanlah itu, karena dari kegiatan berjalan itu akan terakumulasi suatu perjalanan yang panjang Tak masalah apakah Anda melakukannya dalam pakaian kerja atau baju olahraga. Dan jumlahnya bisa terus bertambah–jika Anda berjalan menuju tiga tempat dan masing-masingnya mengharuskan Anda berjalan selama 10 sampai 15 menit, Anda sebenarnya sudah berhasil “mengumpulkan” waktu selama 30 menit yang dapat membakar kalori, dan meningkatkan detak jantung.
Bagusnya lagi, suatu penelitian mengatakan, membagi latihan 30 menit Anda menjadi tiga latihan kecil selama 10 menit sama bagusnya atau bahkan lebih baik dalam mengendalikan tekanan darah, meningkatkan kebugaran, dan menurunkan gula darah selayaknya olahraga yang dilakukan terus menerus selama 30 menit.

2. Mitos: Berjalan kaki agar bermanfaat harus mencapai 10.000 langkah setiap hari

“Beberapa orang merasa sangat termotivasi jika mereka memiliki gol, suatu tujuan yang harus dicapai, namun justru apabila terlalu berfokus pada angka tertentu malah merugikan Pada akhirnya nanti, Anda bisa jadi malah lebih fokus pada target anda, berapa kekurangan Anda, ketidak mampuan anda dibanding pada berapa banyak langkah yang sudah Anda lakukan. Dan hal itu bisa sangat mengempeskan semangat, menurunkan motivasi diri, merasa tidak mampu yang berujung pada rasa bosan dan malas.

Dengan target yang anda buat tersebut malahan anda akan terjebak penuh perhitungan, setiap langkah dihitung dan dipikir…..kira2 sudah berapa jauh saya berjalan ya? dengan kebiasaan lebih memikirkan angka pada di timbangan dibanding memfokuskan energi Anda pada perubahan yang dapat meningkatkan kesehatan dan menurunkan berat badan, padahal apabila anda niat dan tidak perhitungan yang penting melakukannya justru hasilnya akan terasa tanpa anda sadari, persendian terus bergerak, organ tubuh lebih banyak bekerja, kalori otomatis akan selalu terbakar (bandingkan apabila tidak anda lakukan, dengan memanjakan diri kemana-mana naik kendaraan, sampai ditujuan duduk dengan kegiatan rutin, mau perlu sesuatu menyuruh orang lain…… trus kapan organ anda bergerak lebih? Itu namanya anda menabung lemak untuk tubuh dan organ vital anda).
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal BMJ menunjukkan, berhasil mencapai 10.000 langkah per hari memang menunjukkan perubahan yang signifikan pada indeks massa tubuh dan sensitivitas insulin. Namun, meningkatkan jumlah langkah Anda hanya sebanyak 2000 langkah lebih banyak dari jumlah Anda biasanya juga sudah menguntungkan bagi indeks masa tubuh dan menurunkan risiko diabetes.

3. Mitos: Anda harus melakukan interval untuk bisa melihat hasilnya

Jika Anda hanya memiliki waktu 15 menit, melakukan jalan cepat atau berjalan menaiki bukit maka akan dapat membantu Anda membakar kalori secara efektif, Namun apabila anda tidak suka melakukan interval atau berjalan cepat karena terbayang pada anda hal tersebut akan membuat lutut Anda sakit, maka jangan dilakukan.”

Yang paling penting disini adalah jangan membuat anda terbebani dengan kegiatan itu, jangan memikirkan hal macam-macam dulu, just do it! Apabila anda langsung melakukannya tanpa berpikir maka lama kelamaan akan membuat jalan kaki anda menjadi suatu kegiatan yang Anda sukai, sehingga Anda akan lebih sering melakukannya.
Jadi, jika Anda lebih memiliki berjalan kaki di luar ruangan dibanding di atas treadmill, lebih suka berjalan lebih pelan namun dalam waktu yang lebih lama, lakukan saja sesuka Anda. Yang penting, pastikan Anda lebih sering melakukannya.

4. Mitos: Berjalan kaki tidak seefektif jogging

Menganggap berjalan kaki tidaklah sebaik jogging atau berlari, hal ini bisa mengecilkan usaha Anda sendiri. Karena tak hanya berjalan kaki sama baiknya dengan berlari, dalam beberapa hal berjalan kaki malah lebih baik. Hal itu disampaikan oleh para peneliti dari suatu penelitian dimana telah dilakukan studi yang selama enam tahun dan melibatkan 50.000 partisipan, disini diketahui bahwa dengan berlari dapat menurunkan risiko darah tinggi sebanyak 4,2 persen, kolesterol tinggi sebanyak 4,3 persen, diabetes sebanyak 12 persen, dan penyakit jantung sebanyak 5 persen.

Dilain pihak untuk jumlah pembakaran kalori yang sama, berjalan kaki menurunkan risiko darah tinggi sebanyak 7,2 persen, kolesterol tinggi 7 persen, diabetes 12,3 persen dan risiko penyakit jantung sebanyak 9 persen. Apabila dibandingkan lebih baik yang mana kita berlari atau berjalan kaki??

Demikian kiranya sedikit ulasan tentang kelebihan manusia berjalan kaki, yang bertujuan untuk memotivasi anda untuk lebih menggunakan atau mendayagunakan anggota tubuh kita yang diciptakan bagi kita agar kita bisa melakukan kegiatan perpindahan tempat dan selebihnya adalah untuk menjaga keseimbangan tubuh kita, organ tubuh kita, dan kesehatan kita secara alami… Just do it! lakukan segera dengan berjalan kaki segala kegiatan anda…

Semoga bermanfaat bagi semua….

Apa pendapatmu?

comments

Galeri Bugar