Perlunya Deteksi Kesehatan Payudara dan Leher Rahim Perempuan

Perlunya Deteksi Kesehatan Payudara dan Leher Rahim Perempuan

Kesejahteraan perempuan menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Kesejahteraan perempuan dapat dinilai dari kondisi kesehatannya. Kondisi kesehatan perempuan Indonesia perlu menjadi perhatian karena dinilai masih sangat rendah. Setiap perempuan mempunyai risiko untuk sakit dan kondisi sakit bisa menurunkan kualitas hidup seorang perempuan. Kanker adalah salah satu penyakit yang ditakuti oleh perempuan. Kanker yang sering menyerang perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim.

Apakah Anda tahu bahwa kanker payudara dan leher rahim diam-diam bisa menyerang tubuh perempuan? Meskipun Anda merasa sehat, belum tentu Anda bebas dan aman dari penyakit tersebut. Fakta tentang kanker payudara di Indonesia sangat memprihatinkan. Setiap tahun dapat muncul 200.000 kasus baru dan sebagian besar kasus kanker payudara yang terdeteksi sudah dalam stadium akhir, sementara jumlah kasus kanker payudara stadium awal kurang dari 10% kasus. Jumlah kasus kanker leher rahim di Indonesia juga masih cukup tinggi. Setiap hari diperkirakan muncul 40-45 kasus baru dan sekitar 20-25 perempuan meninggal setiap harinya karena kanker leher rahim.

Kanker Serviks: Ciri-ciri, Penyebab, dan Pencegahan Kanker Serviks

Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.
Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

Penyebab Kanker Serviks

Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.

Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini.

Untuk memastikan kondisi kesehatan perempuan terbebas dari kanker payudara dan kanker leher rahim, maka dibutuhkan serangkaian pemeriksaan yang harus dilakukan secara rutin. Jenis dan kekerapan pemeriksaan untuk deteksi dini kanker payudara adalah sebagai berikut :

1. Mammografi
Mammografi adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar rontgen. Pemeriksaan ini telah terbukti mampu mendeteksi kanker payudara pada stadium dini. Rekomendasi dari American Cancer Society, American College of Radiology, American Medical Association, National Cancer Institute, American College of Gynecology, dan U.S Preventive Services Task Force menyatakan bahwa wanita usia 40 tahun atau lebih dianjurkan melakukan mammografi satu kali tiap tahunnya.

2. Pemeriksaan payudara secara klinis
American Cancer Society merekomendasikan pemeriksaan payudara secara klinis dilakukan setiap 3 tahun pada perempuan berusia 20-an dan 30-an tahun dan setiap tahun untuk perempuan berusia 40 tahun atau lebih.

3. SADARI
SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh perempuan berusia mulai 20 tahun. Perempuan harus tahu bagaimana kondisi normal payudara mereka dan melaporkan setiap perubahan payudara segera ke penyedia layanan kesehatan.

4. Ultrasonography (USG)
USG menggunakan gelombang suara untuk melihat bagian dalam payudara. USG berguna untuk mengevaluasi beberapa massa payudara yang ditemukan pada mammografi atau pada pemeriksaan fisik. USG telah menjadi alat yang berharga karena banyak tersedia, tidak invasif, dan biaya lebih murah.

5. Magnetic resonance imaging (MRI) payudara
MRI dapat digunakan bersama dengan mammografi untuk deteksi dini pada beberapa perempuan yang memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara. MRI dapat digunakan untuk melihat daerah kanker yang mencurigakan secara lebih jelas.

Selain pemeriksaan diatas, perlu juga dilakukan beberapa pemeirksaan untuk deteksi kanker leher rahim seperti pap smear dan tes HPV. Pap smear adalah tes spesifik yang digunakan dan ditujukan untuk mendeteksi dini kanker leher rahim. Tes HPV adalah tes untuk mendeteksi adanya human papillomavirus (HPV) sebagai penyebab kanker leher rahim. Panduan terbaru dari American Cancer Society untuk deteksi dini kanker leher rahim adalah :
1. Deteksi dini kanker leher rahim harus dimulai pada perempuan berusia 21 tahun. Perempuan berusia di bawah 21 tahun tidak harus diuji.
2. Perempuan berusia antara 21 tahun dan 29 tahun harus melakukan pap smear setiap 3 tahun. Ada juga tes yang disebut tes HPV, tes HPV ini tidak boleh digunakan pada kelompok usia ini kecuali diperlukan setelah hasil pap smear yang abnormal.
3. Wanita berusia antara 30 tahun dan 65 tahun harus melakukan pap smear dan tes HPV setiap 5 tahun atau pap smear saja setiap 3 tahun.
4. Wanita di atas usia 65 tahun yang telah melakukan tes kanker leher rahim secara teratur dengan hasil yang normal tidak harus diuji untuk kanker serviks.
5. Wanita dengan riwayat pra-kanker harus terus diuji selama setidaknya 20 tahun setelah diagnosis itu, bahkan sampai melewati usia 65 tahun.
6. Seorang wanita yang telah divaksinasi HPV masih harus mengikuti rekomendasi deteksi dini untuk kelompok usianya.

Sebenarnya, masalah kanker payudara dan leher rahim bisa ditumpas. Kuncinya adalah deteksi dan intervensi dini. Masalahnya, sedikit sekali perempuan Indonesia yang menyadari pentingnya deteksi awal kanker payudara dan leher rahim. Banyak perempuan yang takut untuk melakukan pemeriksaan payudara atau leher rahim, padahal tidak semua masalah payudara dan leher rahim adalah kanker atau keganasan. Lebih baik melakukan deteksi dini dengan serangkaian pemeriksaan yang sudah dijelaskan diatas untuk mengetahui kondisi payudara dan leher rahim. Deteksi kanker yang terlambat bisa meningkatkan angka kesakitan dan kematian perempuan.

Tingkat kesehatan perempuan harus lebih baik karena perempuan mempunyai peran penting dalam keluarga, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Untuk itu maka sangat diperlukan bagi kaum perempuan untuk mengetahui hal-hal yang menyangkut kesehatannya secara pribadi agar perkembangan tubuh dan kesehatannya dapat terkontrol sehingga apabila terserang penyakit apapun akan dapat terdeteksi secara dini sebelum penyakit itu menjadi berlanjut menjadi parah.

Semoga bermanfaat…..

Apa pendapatmu?

comments

Galeri Bugar