pengobatan Varises Secara Klinis

pengobatan Varises Secara Klinis

 

Varises adalah pembengkakan dan pelebaran pembuluh balik. Kata varises berasal dari bahasa Latin yang berarti memutar, “varix”. Varises (Varicose Vein) merupakan pelebaran vena yang sering terjadi di vena superfisial,

Varises bisa terjadi di semua pembuluh vena pada tubuh dan yang banyak terjadi adalah pada ekstremitas bawah , namun kondisi ini paling sering terjadi adalah pada bagian di kaki (terutama betis) karena tekanan yang besar saat kita berdiri atau berjalan akibat penumpukan darah. (baca artikel Varises di blog ini)

Penyebab Varises

Pembuluh darah pada tubuh manusia terbagi dua, yaitu pembuluh arteri dan pembuluh vena. Pembuluh arteri bertugas menyebarkan aliran darah yang mengandung nutrisi dan oksigen dari jantung ke seluruh jaringan tubuh dan pembuluh vena bertugas mengembalikan darah tersebut ke dalam jantung dengan katup-katup dan bantuan kontraksi otot.

Karena anatomi tubuh kita tegak lurus, maka bagian terjauh dari jantung adalah kaki. Tentu saja yang memiliki tugas berat dalam hal ini adalah pembuluh vena kaki karena harus melawan gravitasi dalam mengalirkan darah kembali ke jantung. Namun tugas berat pembuluh vena kaki tersebut sedikit diringankan oleh adanya katup vena. Fungsi katup vena menyerupai sistem kerja pintu satu arah. Dengan kata lain, darah yang naik menuju jantung akan dapat melintas, namun tidak dapat kembali lagi karena katup yang dilalui akan langsung terkunci.

Varises bermula dengan adanya tekanan tinggi pada dinding pembuluh vena yang dipicu oleh berbagai faktor. Efek dari tekanan tinggi ini menjadikan dinding vena merenggang (kehilangan elastisitas) dan katup di dalamnya menjadi lemah. Dengan melemahnya katup tersebut, maka fungsinya tidak berjalan dengan baik dan aliran darah ke jantung menjadi terganggu. Darah yang mengalir ke jantung menjadi berbalik arah dan akhirnya mengendap di satu titik pada pembuluh vena. Endapan darah yang terjadi secara terus-menerus di dalam pembuluh vena ini membuat pembuluh tersebut membengkak, merusak katup, dan terjadilah varises.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat memicu kerusakan pada katup pembuluh vena dan meningkatkan risiko seseorang terkena varises, di antaranya:

  1. Berdiri terlalu lama. Kebiasaan ini dapat menyebabkan darah di vena kaki menjadi sulit untuk mengalir ke jantung.
  2. Umur. Makin tua usia seseorang maka keelastisitasan vena akan makin berkurang. Tentu saja hal ini juga dapat mengurangi kinerja katup karena ikut melemah. Jika sudah seperti ini, darah akan dengan mudah melawan arus dan mengendap di dalam pembuluh vena.
  3. Kehamilan. Biasanya varises mulai terlihat ketika rahim mulai membesar dan volume darah meningkat sehingga makin memberikan tekanan pada vena. Selain akibat tekanan, meningkatnya kadar hormon selama kehamilan juga dapat membuat otot vena menjadi lebih rileks dan berimbas kepada melemahnya perlindungan katup. Oleh karena itu, terbentuklah varises.
  4. Faktor keturunan. Varises merupakan penyakit yang dapat bersifat keturunan. Artinya, peluang Anda untuk mengalami kondisi ini akan lebih besar jika memiliki keluarga berpenyakit sama.
  5. Obesitas. Tekanan pada vena kaki akan bertambah jika bobot tubuh Anda besar juga. Selain menyulitkan vena dalam mendorong darah ke jantung, tekanan besar juga dapat memperlemah katup sehingga terjadi arus balik darah.
  6. Masalah kesehatan lainnya, misalnya cacat pembuluh darah, pembengkakan atau tumor di dalam rongga pinggul, dan penyakit-penyakit yang membuat darah menggumpal.

Diagnosis Varises

Periksakan ke dokter jika nyeri atau perih di kaki akibat penyakit varises sampai mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, terutama mengganggu tidur. Anda bahkan dianjurkan untuk segera menemui dokter apabila timbul luka pada permukaan kulit yang menutupi pembuluh vena varises.

Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan mengumpulkan keterangan seputar riwayat kesehatan pasien terlebih dahulu. Data yang dikumpulkan bisa berupa gejala yang dirasakan pasien atau pun faktor risiko yang mungkin ada pada dirinya untuk terkena varises, misalnya jika pasien suka berdiri terlalu lama, memiliki latar belakang keluarga berpenyakit varises, atau pernah mengalami luka serius pada kaki.

Selanjutnya dokter akan melakukan pengamatan secara kasat mata saja pada bagian kaki yang sakit, bengkak, mengalami perubahan warna kulit, bahkan luka jika ada. Saat diamati, umumnya dokter akan menyuruh pasien berdiri.
Pemeriksaan atau tes selanjutnya biasanya tidak diperlukan, kecuali dokter mencurigai adanya komplikasi-komplikasi yang terjadi akibat penyakit varises (misalnya trombosis vena dalam). Tes yang paling sering disarankan dalam hal ini adalah USG Duplex Doppler. Metode pemindaian ini dapat membantu dokter melihat aliran darah di dalam pembuluh vena lewat gambar yang dihasilkan oleh gelombang suara berfrekuensi tinggi.

Selain dengan USG Duplex Doppler, aliran darah di dalam pembuluh vena juga bisa diamati oleh dokter melalui tes yang dinamakan angiogram, meskipun metode ini jarang dilakukan. Dalam tes angiogram, dokter akan menyuntikan zat pewarna khusus ke pembuluh vena agar ikut mengalir bersama darah. Selanjutnya, dokter akan menggunakan X-ray untuk melihat tingkat kelancaran dari aliran zat perwarna tersebut. Jika tidak lancar, berarti mengindikasikan adanya penggumpalan darah di dalam pembuluh vena.

Pengobatan Varises

Penyakit varises yang masih tergolong ringan sebenarnya masih dapat diobati sendiri di rumah tanpa harus ke rumah sakit. Tujuan pengobatan secara mandiri ini bertujuan meredakan gejala penyakit varises, mengurangi tingkat keparahannya, serta mencegah terjadinya komplikasi.
Beberapa hal yang mencakup pengobatan penyakit varises secara mandiri di antaranya menjaga berat badan tetap dalam kapasitas yang sehat, rutin berolahraga, tidak berdiri terlalu lama, dan mengistirahatkan kaki dengan cara meluruskan kaki dengan posisi agak diangkat (diberi bantalan penyangga).

Selain cara-cara tersebut, satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh penderita varises adalah pemakaian stoking khusus menangani penyakit varises. Sebutan lain dari stoking ini adalah bebat kompresi. Stoking varises dirancang untuk memberikan tekanan pada otot kaki dan vena sehingga aliran darah lebih lancar. Stoking ini juga dapat meredakan pembengkakan dan nyeri akibat varises.
Pemakaian stoking varises biasanya dianjurkan oleh dokter dari mulai Anda bangun tidur di pagi hari sampai menjelang Anda tidur di malam hari. Biasanya umur pemakaian satu stoking varises berkisar antara 3-6 bulan, setelah itu harus diganti dengan yang baru. Apabila pemakaian stoking varises membuat kulit Anda kering, Anda bisa memakai krim pelembap sebelum Anda tidur. Namun apabila gejala penyakit varises tidak kunjung mereda melalui pengobatan di rumah atau bahkan makin parah dan berpotensi menimbulkan komplikasi, maka sebaiknya Anda segera menemui dokter.

Apabila telah melewati beberapa pengobatan dan terapi, namun varises yang anda tak kunjung sembuh juga. Ada beberapa pengobatan khusus yang bisa diaplikasikan yakni seperti :

  • Melalui jalan operasi laser
  • Vein Stripping
  • Ambulatory Phlebectomy
  • Sclerotherapy
  • Operasi vena endoskopik

Itulah beberapa cara klinis untuk dapat mengatasi varises, mulai dari pengobatan yang ringan hingga operasi berat bisa anda lakukan sesuai dengan kemampuan

Berikut ini sejumlah contoh pengobatan yang mungkin akan disarankan oleh dokter, di antaranya:

  1. Injeksi skleroterapi, yaitu penyuntikan cairan khusus ke pembuluh vena yang mengalami varises dengan tujuan membentuk luka yang dapat menutup saluran darah tersebut.
  2. Radiofrekuensi. Metode ini bertujuan menutup pembuluh vena yang mengalami pembengkakan cukup besar akibat varises dengan cara membakar dindingnya menggunakan energi radiofrekuensi.
  3. Laser. Sama seperti radiofrekuensi, pengobatan dengan menembakkan sinar laser juga bertujuan menutup pembuluh vena yang mengalami varises. Metode ini juga dibantu dengan kateter dan USG. Efek samping sinar laser bisa berupa nyeri dan memar di bagian varises, atau kaki terasa keras.
  4. Bedah terbuka. Ini merupakan prosedur pengangkatan pembuluh vena yang terkena varises melalui irisan yang dibuat pada permukaan kulit.

Semoga Bermanfaat

Apa pendapatmu?

comments

Galeri Bugar