Mengapa Lemak Perut Berbahaya

Mengapa Lemak Perut Berbahaya

Banyak duduk di depan TV, di belakang stir, di depan komputer, tidak ada waktu untuk berolahraga, bangga dengan makan ala kebarat-baratan, seperti hamburger, donut, pizza, kentang goreng, ayam crispy, dan sebagainya adalah contoh gaya hidup dan pola makan yang membuat perut kita sekarang semakin buncit. Dan ketahuilah bahwa timbunan lemak perut berbahaya !

Mengapa lemak yang hanya 10 persen dari total lemak di seluruh tubuh kita yang ada dalam rongga perut itu berbahaya, dapat menjadi biang kerok beberapa penyakit yang mematikan? dibandingkan lemak di bawah kulit yang relatif aman?

Ternyata, menurut penelitian, lemak tidak hanya berfungsi sebagai cadangan tenaga yang suatu ketika siap digunakan, tetapi lemak dalam rongga perut ini secara biologis sangat aktif. Lemak ini berperan sebagi kelenjar endokrin yang menghasikan hormon dan substansi kimiawi yang dapat mempengaruhi jaringan lain, menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal, gangguan metabolisme, peradangan, insulin resisten, dan gangguan imunitas.

Komponen peradangan cytokines, precursor angiotensin– menyebabkan pembuluh darah arteri mengalami penyempitan– yang dihasilkan oleh lemak yang bersembunyi di balik dinding perut ini meningkatkan resiko penyakit jantung dan hipertensi

Disamping itu, lemak dalam rongga perut ini— Saya lihat masih ada yang bangga dengan perutnya yang begitu– melepaskan asam lemak bebas dan komponen peradangan lain secara langsung pada vena porta ( pembuluh darah yang membawa darah dari perut bagian bawah ke hati, pankreas, dan organ lain), masuk ke dalam hati. Asam lemak bebas ini menyebabkan produksi kolesterol jahat (LDL) oleh hati meningkat dan kolesterol baik (HDL) menurun, dan gula darah yang juga meningkat. Adiponectin, suatu hormon yang ikut mengatur metabolisme lipid dan gula, produksinya menurun dengan semakin bertambahnya timbunan lemak di rongga perut, sehingga meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler dan diabetes melitus.

Dan, lemak yang menumpuk dalam rongga perut juga sering menyebabkan gangguan tidur, sleep apnea, ngorok dengan nafas berhenti secara periodik. Melalui bermacam mekanisme seperti stress hipoksia, peningkatan hormon kortisol, hipoksia jaringan, sleep apnea dapat menyebabkan resistensi insulin, gangguan fungsi sel beta pankreas yang memperoduksi insulin, dislipidemi dan akhirnya peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler dan diabetes.

Jadi, lemak yang menumpuk di (dalam) rongga perut, tidak hanya sekedar membuat perut buncit, tetapi juga menjadi ancaman serius penyakit kronis yang mematikan. Karena itu, jangan biarkan lemak-lemak itu tetap bercokol di sana, buanglah!

Apa pendapatmu?

comments

Related Posts

Perlu Makan Sebelum Berlari?

Perlu Makan Sebelum Berlari?

6 Olahraga Populer di 2013

Kurus Tetap Beresiko Sakit Jantung

Kurus Tetap Beresiko Sakit Jantung

6 Cara Ampuh Kendalikan Kolesterol

6 Cara Ampuh Kendalikan Kolesterol

Galeri Bugar