K e l o i d

K e l o i d

 

Apa itu Keloid: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apakah Keloid itu? Keloid adalah suatu penyakit kulit yang terjadi akibat pertumbuhan jaringan luka yang tidak normal atau berlebih setelah pulihnya cedera atau luka yang dalam. Keloid merupakan lesi kulit berserat yang tidak berpotensi menjadi ganas. Jaringan luka, yang juga dikenal sebagai jaringan fibrosa, tumbuh untuk memperbaiki dan memperbarui kulit setelah cedera. Namun, dalam beberapa kasus, jaringan luka tumbuh menjadi terlalu besar, sehingga timbul keloid. Studi telah membuktikan bahwa hal ini terjadi ketika mekanisme perbaikan tubuh kehilangan kendali sehingga terjadi proses pemulihan luka yang tidak normal. Keloid merupakan salah satu jenis bekas luka yang cukup mengganggu penampilan karena bentuknya yang tebal dengan warna yang kontras dengan kulit sekitarnya.

Normalnya pada saat Anda mengalami luka, jaringan parut atau fibrosa akan terbentuk di atas kulit yang luka dan memperbaikinya. Namun pada keloid, jaringan tersebut justru terus tumbuh hingga menebal. Keloid umumnya dialami oleh mereka yang memiliki kulit lebih gelap, meski begitu bukan berarti mereka yang berkulit lebih cerah tidak bisa mengalami pembentukan keloid. Umumnya, keloid timbul pada mereka yang berusia 10-20 tahun.
Keloid biasanya tumbuh satu tahun setelah luka terjadi. Walaupun dapat tumbuh di semua bagian tubuh, keloid lebih sering ditemukan di bagian tubuh yang sering terkena tekanan seperti dada atas, lengan, dan bagian depan leher. Keloid juga biasanya tumbuh ketika bekas luka ada di bagian tubuh yang melewati garis tekanan kulit. Walaupun tidak membahayakan kesehatan, keloid biasanya menyebabkan masalah kecantikan.

Penyebab Keloid
Keloid biasanya diderita oleh pasien berusia 10-20 tahun dan berdasarkan penelitian, sampai 15% luka akan menyebabkan keloid. Keloid dikenal sebagai penyakit bawaan, yang berarti keloid diwariskan secara turun temurun dalam keluarga. Orang Afrika Amerika, Asia, dan Hispanik memiliki tingkat risiko terkena keloid yang lebih tinggi karena kulit mereka mengandung banyak pigmen atau zat warna. Mereka memiliki kemungkinan terkena keloid yang 15 kali lipat lebih tinggi dibandingkan orang dengan kulit yang jumlah pigmennya lebih sedikit.
Beberapa jenis luka juga lebih berisiko untuk tumbuh menjadi keloid, yaitu:

  • Jerawat
  • Luka bakar
  • Cacar air
  • Garukan
  • Tindik telinga
  • Sayatan yang dibuat saat operasi
  • Bekas suntik vaksinasi

Gejala Utama Keloid

Berikut ini adalah tanda-tanda dari keloid:

  • Berwarna cerah, merah muda, atau merah
  • Menonjol (benjolan) atau berkerut
  • Gatal
  • Lunak
  • Mudah mengalami iritasi apabila terkena gesekan
  • Terus bertambah besar
  • Warnanya menjadi lebih gelap dari kulit sekitarnya ketika terkena sinar matahari

Apabila terasa gatal, berarti keloid sama sekali tidak berbahaya. Kekhawatiran utama mengenai keloid biasanya berkaitan dengan kecantikan, terutama apabila keloid tumbuh di bagian tubuh yang mudah terlihat, seperti wajah.

Bagaimana Cara Mengatasi Keloid?
Wajar bagi Anda yang memiliki keloid menjadi merasa terganggu dengan bentuknya dan ingin menghilangkannya. Cobalah untuk melakukan beberapa cara mengatasi keloid di bawah ini.

  1. Operasi Jika Anda memilih cara operasi untuk menghilangkan keloid Anda, dokter akan memotong bagian keloid tersebut kemudian menyuntikkan steroid pada bagian keloid yang dipotong. Cara yang satu ini memiliki risiko timbul keloid lainnya yang lebih besar akibat pemotongan keloid. Dokter mungkin akan mengombinasikan operasi dengan tindakan lain untuk meminimalisasi risiko tersebut, misalnya dengan metode radiasi atau suntikan steroid intralesi.
  2. Suntikan kortison (steroid intralesi) Suntikan kortison akan diberikan pada bagian keloid secara rutin satu bulan sekali hingga bagian keloid mengempis. Cara ini tergolong aman dan tidak menyakitkan. Meski begitu, suntikan ini bisa membuat bagian keloid yang sudah mengempis menyisakan warna kemerahan karena merangsang bagian pembuluh darah yang lebih dangkal. Selain itu, jika suntikan ini sudah mencapai hasil yang maksimal, bekas luka pada kulit tetap terlihat berbeda dengan bagian kulit lainnya.
  3. Cryotherapy Cara yang satu ini dilakukan dengan menggunakan nitrogen cair yang akan membekukan keloid. Prosedur ini bisa mengempiskan keloid, tapi biasanya akan meninggalkan bekas luka berwarna gelap pada permukaan kulit.
  4. Laser Laser dapat membantu untuk meratakan keloid dan membuat warna merahnya menjadi lebih pudar. Namun, metode ini termasuk mahal dan perlu dilakukan beberapa kali.
  5. Radiasi Cara mengatasi keloid dengan radiasi diklaim sebagian dokter sebagai salah satu cara yang cukup efektif dalam mengatasi keloid dan cukup aman.
  6. Lembaran silikon Cara ini menggunakan gel silikon yang dibalutkan pada bagian kulit yang luka selama beberapa jam dalam sehari dan penggunaan ini dilakukan selama beberapa bulan.
  7. Suntikan Fluorouracil Suntikan kemoterapi ini cukup sering digunakan untuk mengatasi keloid dan dapat disuntikkan dengan steroid atau tanpa steroid.
  8. Interferon Intereferon sendiri sebenarnya adalah protein yang secara alami diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk membantu melawan bakteri atau virus. Caranya dengan memberikan imiquimod topikal (salep), yang akan merangsang produksi interferon pada tubuh. Meski dapat mengempiskan keloid, sampai saat ini masih belum jelas apakah metode ini dapat memberikan hasil yang permanen atau tidak.

Guna menghilangkan keloid dan mengembalikan kepercayaan diri, Anda bisa memilih beberapa cara di atas, namun karena kondisi jaringan tubuh dan kulit manusia berbeda satu dengan yang lain maka untuk melakukan tindakan yang tepat sebaiknya  tetap melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Apa pendapatmu?

comments

Galeri Bugar