Hormon Testosteron pada Pria dan Wanita

Hormon Testosteron pada Pria dan Wanita

Banyak orang bertanya mengenai hormon testosteron, apa sich yang disebut hormon testosteron?. Testosteron merupakan hormon dari kaum pria yang berfungsi sebagai tumbuh kembangnya perkembangan sekuner sekaligus fungsi seksual pada pria. Namun banyak orang menyangka, hormon testosteron hanya dimiliki oleh pria, padahal tidak, wanitapun memilikinya. Jika hormon ini mengalami penurunan, maka kualitas hidup seseorang bisa juga menurun.

Testosteron adalah hormon steroid dari kelompok androgen. Penghasil utama testosteron adalah testis pada jantan dan indung telur (ovari) pada betina, walaupun sejumlah kecil hormon ini juga dihasilkan oleh zona retikularis korteks kelenjar adrenal. Hormon ini merupakan hormon seks jantan utama dan merupakan steroid anabolik. Baik pada jantan maupun betina, testoren memegang peranan penting bagi kesehatan. Fungsinya antara lain adalah meningkatkan libido, energi, fungsi imun, dan perlindungan ada terhadap osteoporosis. Secara rata-rata, jantan dewasa menghasilkan testosteron sekitar dua puluh kali lebih banyak daripada betina dewasa.

Dari hasil penelitian, banyak sekali fungsi testosteron, di antaranya untuk merangsang otot, tulang, darah, energi, mempertahankan fungsi seksual seperti ereksi dan orgasme, juga membantu fungsi kognitif dan kenyamanan secara umum. Fungsi Hormon Testosteron Pada Pria

Testosten merupakan hormone pada pria yang diproduksi pada testis. Hormon ini memiliki fungsi sebagai berikut :
• Distribusi lemak
• Kepadatan tulang
• Produksi sperma
• Massa otot dan kekuatan fisik
• Produksi sel darah merah
• Meningkkan gairah seksual

Hampir 40% dari pria yang mencapai usia 40 tahun keatas akan mengalami kurangnya konsentrasi, kelesuan, mood yang berubah-ubah, lekas marah, dan depresi serta berkurangnya kekuatan otot dan hilangnya libido atau sulit untuk mempertahankan ereksi. Hal ini rupakan gejala dan tanda klinis yang memiliki hubungan dengan hypogonadism, hormon berkurang seiring dengan bertambahnya usia, dan selanjutnya akan berpengaruh pula terhadap kualitas hidup pada saat produksi hormon turun dan usia bertambah.

Fungsi Hormon Testosteron pada tubuh:
• Bertanggung jawab untuk pengembangan atribut pria selama pubertas.
• Mendorong pertumbuhan testis, Mr. P dan rambut kemaluan.
• Testosteron yang rendah akan mengakibatkan kehilangan kepercayaan dan motivasi. Hal ini dapat menurunkan kemampuan laki-laki untuk berkonsentrasi.
• Testosteron akan menyebabkan iritasi pada kulit.
• Testoston akan meningkatkan hormone pertumbuhan.

Fungsi testosteron pada pria

1. Dorongan 5eksual
Testoston adalah hormone androgen yang memiliki peranan utama pada pria, hormone ini akan bertanggungjawab terhadap dorongan 5eksual.
2. Perkembangan Fisik
Tumbuh dan berkembangnya fisik pada laki-laki, Karena disebabkan oleh hormone testosterone yang akan mempengaruhi tulang dan otot, perkembangan testis dan Mr. P serta produksi sperma.
3. Suara
Ketika menjelang masa pubertas, kadang suara seseorang disebabkan oleh hormone testosterone. Kadang suara pria secara tidak sengaja melompat antar pitch yang lebih tinggi ke yang lebih rendah.
4. Energi
Kadar testosterone mempengaruhi kadar energy, apabila menurun maka akan menyebabkan lemah lesu, jika sebaliknya maka akan lebih bersemangat.
5. Suasana Hati
Hormon testosterone juga akan mempengaruhi kadar emosi pada pria. Kadar yg rendah dapat menyebabkan perubahan suasan hati dan ketidaksetabilan emosi seseorang.
6. Kulit dan Rambut
Pria yang mengalami masa kanak-kanan sampai dewasa, maka testosterone akan memacu pertumbuhan rambut pada wajah, ketiak, dan sekitar alat kelamin.
7. Tulang, otot, dan lemak
Testoston merupakan salah satu factor dalam kekuatan otot dan pengembangan massal. Testosten akan meningkatkan kadar hormone pada pertumbuhan, meningkatan kepadatan tulang dan memberitahu tulang sumsum untuk memproduksi sel darah merah. Testosron juga memiliki peranan dalam metabolisme lemak, dan membantu untuk membakar lemak secara efisien.
8. Sistem peredaran darah
Testosteon akan berjalan ke seluruh tubuh dalam aliran darah. Testosron memiliki efek positif terhadap jantung.

Apa fungsi hormon testosteron pada wanita?

Jika Anda pikir testosteron hanya ada pada pria, maka Anda salah. Testosteron merupakan bahan anabolisme dan hormon seksual yang penting dalam tubuh manusia, bertanggung jawab terhadap keinginan dan fungsi seksual, pembesaran otot, kepadatan tulang dan pertumbuhan rambut. Pria memang memiliki kadar kolesterol 10 kali lebih tinggi dibanding wanita. Tetapi mengesampingkan pentingnya hormon testosteron pada wanita merupakan kesalahan besar, dan untuk menggambarkan pentingnya hormon tersebut mari kita bahas pentingnya kadar testosteron pada tubuh wanita:

Hormon testosteron berperan cukup penting pula bagi wanita. Kekurangan hormon testosteron juga bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Pada wanita, hormon testosteron memang tidak diproduksi sebanyak pada pria. Hormon ini akan bekerja sama dengan hormon-hormon lain dalam tubuh Anda seperti estrogen dan progresteron untuk mengatur berbagai fungsi tubuh. Di antaranya adalah menjaga gairah seks tetap tinggi, meningkatkan fungsi kognitif otak, mengatur suasana hati (mood), dan menjaga kesehatan tulang.
Testosteron pada perempuan (wanita) merupakan hormon yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan normal pada masa pubertas, tanpa testosteron, estrogen tidak dapat diproduksi sehingga menstruasi, perkembangan payudara, dan pertumbuhan rambut tubuh akan terhambat.

Testosteron juga bertanggung jawab untuk perkembangan otot dan dorongan seksual. Seiring bertambahnya usia seorang perempuan, produksi testosteron akan naik dan turun sesuai dengan tahap perkembangan yang berbeda.
Testosteron pada Masa Pubertas

Pada masa pubertas, testosteron dilepaskan oleh kelenjar adrenal dalam jumlah yang lebih banyak (hormon sudah ada sejak lahir, hanya saja dalam kadar yang lebih rendah) sehingga menyebabkan kadar estrogen juga meningkat sehingga memicu proses ovulasi dan menstruasi.

Testosteron merupakan prekursor estrogen, dalam kata lain, tanpa testosteron, estrogen tidak akan diproduksi, tanpa testosteron, puting payudara tidak akan muncul, rambut tubuh tidak tumbuh, dan seorang remaja putri tidak akan mulai menstruasi.
Bila kadar testosteron pada wanita terlalu tinggi atau rendah, maka akan berisiko mengalami beberapa gangguan kesehatan.
tanda-tanda umum testosteron terlalu banyak pada seorang remaja putri adalah munculnya kumis. Hal ini biasanya merupakan faktor keturunan dan sering memengaruhi etnis tertentu.

Testosteron pada perempuan muda akan berada pada level produksi puncak selama awal usia 20-an, masa ini adalah waktu dalam kehidupan seorang perempuan dimana dia memiliki tingkat energi terbesar, dorongan seksual tertinggi, dan kekuatan fisik terbesar.

Berikut adalah gejala-gejala kekurangan atau kelebihan hormon testosteron pada wanita.

1. Kehilangan gairah seks
Kalau akhir-akhir ini kehidupan seks Anda dan pasangan jadi semakin hambar, Anda mungkin kekurangan hormon testosteron. Pasalnya, hormon ini bertanggung jawab untuk mengatur libido serta kenikmatan yang Anda rasakan saat bercinta. Sejumlah penelitian juga mengungkapan bahwa kurangnya hormon testosteron pada wanita bisa membuat Anda sulit orgasme.
Namun, bukan berarti Anda boleh sembarangan mengonsumsi pil suplemen testosteron. Jika Anda kehilangan gairah seks yang tidak disebabkan oleh stres atau masalah dengan pasangan, konsultasikan langsung dengan dokter.
2. Sulit membentuk otot
Anda sudah berolahraga keras supaya otot lebih terbentuk, tapi belum berhasil juga? Jangan-jangan, kadar hormon testosteron yang rendah jadi penyebabnya. Hormon testosteron memang bertugas untuk membantu sintesis protein yang dibutuhkan agar massa otot bertambah. Kekurangan hormon ini akan membuat usaha Anda membentuk otot jadi lebih susah.
3. Mudah lelah
Merasa kelelahan itu wajar. Namun, kalau Anda hampir selalu merasa lelah, Anda perlu berhati-hati. Atau Anda biasanya sanggup jogging selama sejam, tapi akhir-akhir ini hanya kuat sampai 30 menit. Bisa jadi Anda kekurangan hormon testosteron. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan para ahli di Kanada, orang yang kadar testosteronnya rendah cenderung lebih mudah lelah.
4. Depresi
Depresi memang tidak disebabkan oleh kurang hormon testosteron saja. Ada banyak faktor risiko lain yang bisa memicu kondisi ini. Akan tetapi, kekurangan hormon ini bisa membuat seseorang lebih rentan diserang depresi. Berdasarkan hasil studi yang dimuat dalam Archives of General Psychiatry, kadar hormon yang tidak seimbang ini akan mengacaukan suasana hati dan sirkuit otak Anda. Inilah yang membuat wanita yang kekurangan testosteron jadi sering bersedih, muram, dan akhirnya depresi.
5. Haid tidak teratur
Jika tubuh wanita memproduksi terlalu banyak hormon testosteron, dampak yang mungkin terjadi adalah haid tidak teratur. Pada sebagian kasus, Anda mungkin tidak menstruasi sama sekali. Kondisi ini disebut juga sebagai amenore.

Apa pendapatmu?

comments

Galeri Bugar